News

Sejarah pembangunan candi Prambanan

29 Juli 2022 23:11:21 / / Hits : 121 / Posted by Administrator

Kompleks candi Prambanan ini berada di Kecamatan Prambanan, Sleman dan juga Kecamatan Prambanan Klaten, kurang lebih sekitar 17 km timur laut dari Yogyakarta, 50 km barat daya dari Surakarta dan 120 km selatan Semarang, letaknya persis di perbatasan antara Provinsi Jawa Tengah dan dengan daerah istimewa Yogyakarta.

Letaknya ini sangat unik karena berada di wilayah administrasi Desa Bokoharjo, kecamatan Prambanan, Sleman sedangkan untuk pintu masuk kompleks candi tersebut berada di wilayah administrasi Desa Tlogo, Kecamatan Prambanan, Klaten. Candi Prambanan ini sudah ditetapkan sebagai situs warisan dunia UNESCO, dimana candi tersebut merupakan candi hindu yang terbesar di Indonesia, sekaligus menjadi candi yang terindah di Asia Tenggara.

Arsitektur bangunan candi Prambanan ini menjulang tinggi dan juga ramping sesuai dengan arsitektur pada umumnya candi Hindu dengan candi dewa Siwa yang menjadi candi utamannya. Yakni memiliki tinggi sekitar 47 meter yang menjulang dan berada di tengah kompleks gugusan beberapa candi-candi kecil.

 


Sejarah pembangunan candi Prambanan

Candi Prambanan merupakan sebuah candi Hindu yang terbesar dan juga termegah yang sudah dibangun di tanah Jawa kuno, adapun pembangunan candi Hindu ini dibangun sebagai tandingan candi Budha Borobudur dan candi Sewu yang berada tidak jauh dari candi Prambanann, yakni mulai dibangun oleh Rakai Pikatan.

Beberapa sejarawan lama memperkirakan bahwa pembangunan sebuah candi Prambanan yang merupakan candi Agama Hindu ini sebagai sebuah tanda akan kembalinya kekuasaan dari keluarga Sanjawa atau Jawa, hal ini berhubungan dengan teori wangsa kembar yang berbeda keyakinan dan saling bersaing, yakni Wangsa Syailendra yang merupakan penganut Budha dan juga Wangsa Sanjaya yang merupakan penganut agama Hindu.

Pastinya bahwa sejarah Prambanan dan dibangunnya candi ini terlihat jelas dengan Hinduisme yang merupakan aliran Saiwa kembali mendapatkan dukungan dari para keluarga kerjaan, setelah sebelumnya Wangsa Syailendra sendiri lebih cenderung mendukung Budha yang beraliran Mahayana. Hal tersebut menandakan bahwa kerajaan Medang akhrinya beralih fokus untuk dukungan keagamaannya, yakni dari agama Budha Mahayana beralih ke pemujaan terhadap dewa Siwa.

 

Borobudur sunrise, Jomblang Vertical Cave, Ramayana Ballet Prambanan

Tags : borobudur sunrise, jomblang vertical cave, ramayana ballet prambanan



Berita Lainnya :


Tour Package

Contact Us

BOROBUDUR SUNRISE TOURS

PT. BOROBUDUR DESTINASI UTAMA

Jl. Temulawak, RT 01/RW 04 No 40 Nologaten, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Phone
+62 274 485672

Mobile
+628112640967

 Email :

 

borobudursunrise.net@gmail.com

 

ONLINE SUPPORTS :
WE ACCEPT

Exchange Rate :

Promo

Jadwal Sendratari Rorojonggrang Prambanan
Jadwal Ramayana Ballet Prambanan
Ramayana Ballet Purawisata Yogyakarta
BOOKING TICKET
Jomblang Vertical Cave Yogyakarta
Paket Wisata Gua Pindul Yogyakarta Sehari
Timang Beach
YOGYAKARTA BIKING PACKAGE
Dieng Golden Sunrise via Sikunir Hill
Merapi Soft Trekking
Jeep Merapi Sunrise
Ramayana Ballet Prambanan
Linktree

Info Tour

Hotel

Lates News

Rent Car

Statistic

Flag Counter

Contact Us

Jl. Temulawak, RT 01/RW 04 No 40 Nologaten, Catur Tunggal, Depok, Sleman, Yogyakarta 55281

Phone
+62 274 485672

Mobile
+628112640967

WhatsApp
+628112640967

Telegram
+628112640967

Line
borobudursunrise

Email
borobudursunrise.net@gmail.com, merapiadventure01@gmail.com

Bankers

BANK CENTRAL ASIA ( BCA ) KCP MANGKUBUMI YOGYAKARTA
1260550914
EKO WAHJU WIDJOJANTO

BANK MANDIRI
1370014216929
PT. BOROBUDUR DESTINASI UTAMA

Transfer Wise
https://transferwise.com/
https://transferwise.com/